Dewasa ini banyak kalangan manusia yang melupakan adanya pancasila sebagai pedoman bangsa dalam bermasysrakat terutama pada kalangan mahasiswa. Peran mahasiswa bagi bangsa dan negeri ini perlu kita kembangkan sebaik mungkin. Dapat dikatakan, bahwa mahasiswa adalah aset, cadangan, dan harapan bangsa masa depan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi suatu komunitas unik yang khas, hal tersebut dikarenakan mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya.

Mahasiswa, secara etimologis berarti siswa yang di-maha-kan, siswa yang dihormati dan dihargai di lingkungan sekitar terutama lingkungan berbangsa bernegara, dan yang lebih substansial lagi, mahasiswa dalam menjalankan aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan idependen. Sebagai mahasiswa tugas kita semua adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil peran dalam proses pembangunan untuk kemajuan bangsa kita di masa depan. Salah satunya adalah mengamalkan pancasila sebagai pedoman yang REAL.

Tujuan Negara sudah di rumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945, serta guna mencapai empat tujuan nasional kita, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, peran mahasiswa bagi bangsa dan negeri ini tidak boleh hanya duduk di depan meja dan mendengarkan dosen berbicara atau sekedar melakukan penelitian dan menyusun thesis sebagai syarat untuk lulus kuliah, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan gerakan perubahan bagi bangsa Indonesia. Peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya.

Sikap kritis dan cerdas mahasiswa dalam menanggapi berbagai peristiwa di sekitarnya, berbanding lurus dengan perkembangan pesat ilmu pengetahuan. Namun dalam perkembangannya, timbul gejala dehumanisasi atau penurunan derajat manusia. Hal tersebut disebabkan karena produk yang dihasilkan baik itu suatu teori mau pun materi menjadi lebih bernilai ketimbang penggagasnya. Itulah sebabnya, peran Pancasila harus diperkuat agar bangsa Indonesia tidak terjerumus pada pengembangan ilmu pengetahuan yang saat ini semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Setidaknya ada empat peranan mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul. Peranan ini diturunkan apa yang seharusnya dan paling idealnya, yaitu Creator of Change, Iron Stock, Social Control, dan Moral Force. Peran tersebut senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.

Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai kapanpun, gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak bersama-sama untuk berdemonstrasi dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi para “agent of change” tersebut harus selalu mencoba untuk bertindak bijak dengan intelektualisme, idealisme, dan keberanian yang dimiliki untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan yang ada dalam diri setiap mahasiswa, sehingga dapat memberi kebaikan dan berperan besar untuk memberikan kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.


Leave a Reply


× 2 = six